Lumajang – Upaya meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan terus dilakukan melalui sinergi TNI, tenaga kesehatan, dan pemerintah kelurahan. Hal tersebut ditunjukkan Babinsa Rogotrunan Koramil 0821-01/Lumajang, Sertu Fris Wardeni, dengan menghadiri sosialisasi kegiatan tracing Tuberkulosis (TBC) dan pengobatan gratis yang diselenggarakan Puskesmas Rogotrunan di Balai Kantor Kelurahan Rogotrunan, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Jumat (30/10/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan ibu-ibu PKK, kader Posyandu, perangkat kelurahan, dan tokoh masyarakat dengan target sasaran sebanyak 100 warga. Sosialisasi ini menjadi sarana memberikan pemahaman mengenai penyakit TBC, mulai dari gejala yang perlu diwaspadai, cara penularan, langkah pencegahan, hingga pentingnya pemeriksaan dan pengobatan secara tuntas.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan edukasi kesehatan sekaligus kesempatan memanfaatkan pelayanan pemeriksaan dan pengobatan gratis. Melalui kegiatan tracing, warga juga didorong untuk lebih mengenali gejala TBC dan melakukan pemeriksaan apabila mengalami keluhan yang mengarah pada penyakit tersebut. Dengan demikian, potensi kasus dapat diketahui lebih awal sehingga penanganan medis dapat segera dilakukan sesuai hasil pemeriksaan tenaga kesehatan.
Saat dikonfirmasi Babinsa Rogotrunan Sertu Fris Wardeni menyampaikan bahwa pendampingan tersebut merupakan bentuk dukungan TNI terhadap upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Menurutnya, kegiatan ini memberikan manfaat karena warga memperoleh informasi kesehatan secara langsung sekaligus akses pelayanan yang lebih dekat dengan lingkungan tempat tinggal mereka.
“Kami berharap masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan diri dan keluarga. Jangan takut untuk memeriksakan diri apabila mengalami gejala yang mengarah pada TBC. Semakin cepat diketahui, semakin cepat pula penanganan dapat dilakukan, sehingga risiko penularan di lingkungan keluarga maupun masyarakat dapat ditekan,” ucap dia.
Ia juga mengajak masyarakat agar tidak mengabaikan gejala penyakit dan tidak ragu memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
Hasil yang diharapkan dari kegiatan tersebut adalah meningkatnya pengetahuan warga tentang TBC, tumbuhnya kesadaran untuk melakukan pemeriksaan sejak dini, serta terbukanya akses terhadap pelayanan kesehatan dan pengobatan tanpa terbebani biaya pelayanan yang disediakan secara gratis. (Pendim0821)