Lumajang – Dalam upaya membentuk karakter generasi muda yang berakhlak dan berjiwa nasionalis, Babinsa Wates Wetan Koramil 0821-06/Ranuyoso, Kopka Muhammad Sofyan Hariyanto, melaksanakan kegiatan pemberian wawasan kebangsaan (Wasbang) serta edukasi tentang bahaya perundungan (bullying) kepada siswa SDN Wates Wetan 01, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis (12/2/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung di lingkungan sekolah dan diikuti para siswa dengan penuh antusias. Dalam penyampaiannya, Kopka Sofyan menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai kebangsaan sejak usia dini, seperti saling menghormati, menjaga persatuan, serta memiliki rasa tanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa.
Selain materi Wasbang, ia juga memberikan pemahaman tentang dampak negatif perundungan di lingkungan sekolah. Menurutnya, bullying tidak hanya melukai secara fisik, tetapi juga dapat meninggalkan trauma psikologis yang memengaruhi perkembangan mental dan prestasi belajar siswa.
“Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk belajar. Tidak boleh ada tindakan saling mengejek, mengintimidasi, atau menyakiti teman. Kita semua adalah saudara sebangsa yang harus saling menghargai,” tegasnya di hadapan para siswa.
Ia juga mengajak para siswa untuk berani melaporkan apabila melihat atau mengalami tindakan perundungan, serta membangun budaya saling mendukung dan berteman tanpa membeda-bedakan.
Kepala SDN Wates Wetan 01, Dipo Kaeruman, S.Pd., dalam sambutannya menekankan pentingnya menanamkan sikap saling menghormati antar sesama siswa sebagai pondasi utama terciptanya lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Ia menyampaikan bahwa setiap anak memiliki latar belakang, karakter, dan kemampuan yang berbeda, sehingga sikap menghargai satu sama lain harus menjadi budaya yang terus dibangun di lingkungan sekolah.
“Sekolah adalah rumah kedua bagi anak-anak. Di sinilah mereka belajar, bermain, dan tumbuh bersama. Karena itu, sikap saling menghormati, tidak saling mengejek, serta saling membantu harus menjadi kebiasaan sehari-hari agar suasana belajar tetap nyaman dan menyenangkan,” pungkasnya.
Ia juga menambahkan bahwa lingkungan sekolah yang harmonis akan berdampak positif terhadap semangat belajar dan perkembangan mental siswa. Dengan terciptanya rasa aman dan kebersamaan, para siswa dapat lebih fokus dalam meraih prestasi serta membangun karakter yang baik sejak dini.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan para siswa semakin memahami pentingnya hidup rukun, menjunjung tinggi nilai kebangsaan, serta menjauhi segala bentuk perundungan. Kehadiran Babinsa di sekolah juga menjadi wujud nyata sinergi TNI dengan dunia pendidikan dalam mencetak generasi muda yang tangguh, berkarakter, dan cinta tanah air. (Pendim0821)


