Lumajang — Kasdam V/Brawijaya Brigjen TNI Zainul Bahar , S.H., M.Si memastikan penanganan pasca erupsi Gunung Semeru berjalan efektif, terpadu, dan dalam kondisi terkendali. Hal tersebut disampaikan saat meninjau langsung wilayah terdampak bersama Danrem 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf Kohir dan Dandim 0821 Lumajang, Sabtu (22/11/2025).
Dalam kesempatan itu, Kasdam juga menyerahkan bantuan bagi warga terdampak sebagai bentuk kehadiran TNI dalam misi kemanusiaan.
TNI telah mengerahkan 150 personel sejak hari pertama erupsi, terdiri dari prajurit Kodim 0821, Yonif 527, dan Korem 083/Bdj, untuk mendukung evakuasi, pengamanan zona merah, serta distribusi logistik. Saat ini tercatat 447 pengungsi di dua lokasi utama, sementara lima dapur umum telah beroperasi untuk menjamin ketersediaan kebutuhan dasar.
Kasdam menegaskan bahwa status Gunung Semeru masih berada pada Level IV (Awas) sehingga penguatan personel tetap menjadi prioritas. Hari ini, 150 prajurit tambahan dari Divisi 2/Kostrad diperbantukan untuk memperketat patroli di titik rawan dan mengawasi mobilitas masyarakat.
Danrem 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf Kohir menambahkan bahwa seluruh jajaran di bawah Korem 083/Bdj telah bergerak cepat sejak awal erupsi, dengan menempatkan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama.
“Kami memastikan setiap titik terdampak terpantau. Prajurit di lapangan sudah kami kerahkan untuk membantu evakuasi, membuka akses, hingga memastikan warga tidak kembali ke zona merah,” tegas Danrem.
Ia juga memastikan koordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh unsur Forkopimda berjalan intensif, terutama dalam menjaga keamanan pengungsian dan percepatan penyaluran logistik.
“Kami terus memperketat pengawasan, terutama karena status Semeru masih Awas. Patroli dan pemantauan akan kami tingkatkan untuk mencegah risiko lanjutan,” tambahnya. (Pendim 0821).


