Dandim 0821 Lumajang Tinjau DAS Curah Kobokan Pascabanjir Lahar Semeru, TNI-Polri Bantu Pemulihan Wilayah.

Lumajang – Komandan Kodim 0821/Lumajang Letkol Arh Anton Subhandi, S.A.P., M.I.P., meninjau langsung kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS) Curah Kobokan pascabanjir lahar dingin Gunung Semeru yang terjadi pada Senin dini hari. 
Peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi wilayah terdampak sekaligus melihat perkembangan penanganan pascabencana, Rabu (4/11/2026). 
Banjir lahar dingin dengan intensitas besar tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimal (Amax) mencapai 65 mm. Derasnya aliran material vulkanik mengakibatkan tanggul Dam di Kali Lanang yang masih dalam proses pembangunan ikut tergerus dan hanyut terbawa arus.
Selain itu, banjir mengakibatkan sekitar 200 kepala keluarga (KK) di Desa Purorejo dan Desa Bulurejo, Kecamatan Tempursari, terdampak genangan air. Tanggul di DAS Kali Glidik, Desa Purorejo, juga dilaporkan jebol akibat derasnya aliran banjir.
Dari hasil pemantauan di lapangan, kondisi air saat ini telah surut dan aktivitas masyarakat mulai berjalan normal. Meski demikian, upaya pemulihan terus dilakukan melalui keterlibatan TNI-Polri bersama instansi terkait dengan membantu warga membersihkan material sisa banjir dan longsoran yang mengganggu lingkungan serta aktivitas masyarakat.
Dandim 0821/Lumajang Letkol Arh Anton Subhandi menyampaikan bahwa kehadiran TNI bersama Polri dan instansi terkait merupakan bentuk kepedulian serta tanggung jawab dalam membantu masyarakat menghadapi dampak bencana, sekaligus mempercepat pemulihan kondisi wilayah terdampak.
Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di sepanjang DAS Curah Kobokan serta kawasan lereng dan perbukitan, agar meningkatkan kewaspadaan mengingat curah hujan dalam beberapa hari terakhir cukup tinggi. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko banjir lahar maupun tanah longsor.
Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan mengutamakan keselamatan. Kepada para penambang, agar senantiasa mematuhi seluruh aturan yang telah ditetapkan pemerintah serta tidak mengabaikan faktor keselamatan dalam beraktivitas,” tegas Dandim.
Melalui sinergi TNI-Polri, pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat, diharapkan proses pemulihan pascabanjir lahar dingin dapat berjalan optimal. Kehadiran aparat di tengah masyarakat menjadi wujud nyata kepedulian dalam membantu warga bangkit serta menjaga keselamatan bersama di kawasan rawan bencana Semeru. (Pendim 0821).

Related Articles

BERITA TERKINI